Senin, 30 April 2018

Teruntuk kamu

Teruntuk kamu hadiah terindah dari Allah

Akan ada orang yang melihatmu tersenyum tapi hatinya memanas,,,
Dalam hatinya bergumam yang tidak-tidak,,,
Hingga akhirnya membicarakan tentangmu dibelakang..

Akan ada orang-orang yang menganggap salah di setiap apa yang kita lakukan
Selalu menganggap dosa apa yang kita ucapkan,,,,
Hingga akhirnya tidak ada kebenaran sedikitpun tentangmu di matanya.

Kita tahu siapa dia??
Dia adalah orang yang menginginkan hidupmu..
Orang yang ingin bahagia sepertimu..
Orang yang tidak mampu menjadikan dirinya dirimu..
Orang yang tidak suka hidupmu..
Dan biasanya dia adalah orang yang dekat denganmu..

Maka, bersyukurlah... 
Di dunia ini tidak ada orang yang berniat jahat pada kita...
Lebih banyak mereka yang menyayangi kita...
Dan orang yang menginginkan hidup seperti kita...
Mereka sama-sama ada untuk kebaikan kita.....

Hanya saja,,
keduanya terbungkus dalam kenyataan yang berbeda...
Ada yang terbungkus dengan sesuatu yang membuat kita bersyukur,,,
Dan ada juga yang terbungkus dengan ketetapan yang mengharuskan kita bersabar..

Terimalah keduanya dengan hati yang lapang,,,
Karena keduanya pun tidak akan ada untuk selamanya...
Semuanya hanya sementara...
Dan segala yang ada di bumi ini hanya sementara...

Terimakasih untuk semuanya,,,,,

Dunia Pun Menasehati

Dunia Pun Menasehati

Karena semua yang ada pada kita,,,
termasuk Hati dan Pikiran kita adalah Milik ALLAH...
Maka kembalilah kepada Sang Pemilik.....
Karena Sang Pemilik memahami apapun yang dimiliki NYA.....
Setidaknya....Hidup itu...

Butuh masalah, supaya kita punya kekuatan....
Butuh pengorbanan, supaya kita tahu cara bekerja keras...
Butuh air mata, supaya kita tahu merendahkan hati...
Butuh dicela, supaya kita tahu bagaimana cara menghargai...
Butuh tertawa, supaya kita tahu akan kata syukur....
Butuh tersenyum, supaya kita tahu bahawa kita memiliki cinta.....
Butuh orang lain, supaya tahu bahwa kita tidak sendiri...

Terkadang ,,,,beberapa luka diciptakan bukan untuk sembuh, 
tidak pula untuk menetap....
Jika ia berakhir dengan KEIKHLASAN, ,,,,,,
Maka ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari ALLAH...

Cara ALLAH menyayangi kita
Bukanlah dengan meringankan masalah yang kita miliki,,,
Tapi dengan menguatkan jiwa kita sehingga sehebat apapun masalah yang kita hadapi,,,
Kita akan tetap bertahan dan tidak menyerah...

Cara Allah menyayangi kita...
Bukan dengan mengurangi beban yang ada pada kita,,,
Tapi dengan mengokohkan pundak kita,,,
Sehingga kita mampu memikul amanah yang diberikan kepada kita...

Cara ALLAH menyangi kita....
Mungkin tidak dengan memudahkan jalan kita menuju sukses,,,
Tapi dengan kesulitan yang kelak akan kita sadari bahwa kesulitan itu,,,
Yang akan semakin membuat kita semakin berkesan dan istimewa.....

Semoga do'a bisa mempertemukan kita disetiap lantunanya,,,tanpa mengenal jarak....

Arhamukunna Fillah...

Nasihat Diri

Berdirilah Dan Kamu Akan Tau

Nyatanya tidak ada siapapun yang datang di dalam kehidupan kita tanpa alasan
Semuanya yang datang punya cerita
Bisa jadi pertemuan tercipta karena suatu permasalahan
Bisa jadi karena kesamaan ide, karya maupun kebahagiaan
Tak bisa dipungkiri adanya kedekatan juga pasti karena cerita yang pasti
Entah kesamaan persepsi
Kesamaan pola hidup 
Atau bahkan karena rasa kagum terhadap satu sama lain
 
Begitu pula yang pergi,, pasti juga karena cerita
Entah karena ruang hidup yang tak lagi sama
Kematian
Atau bahkan ketidaksamaan pola pikir yang membuat keraguan akan kebersamaan

Begitu lucu bukan alur hidup manusia?!

Kalau kita sudah tau dan paham perputaran hidup yang seperti ini kenapa kita harus risau?
Selagi kita masih punya IMAN
Dan selalu percaya akan kasih sayang-Nya yang melebihi segalanya

Sudahkah anda berdiri dalam tiang jiwa dan raga diri anda sendiri?
Sudahkah anda percaya bahwa anda hebat?
Sudahkah anda yakin bahwa segala sesuatu terjadi karena diri anda sendiri?
Sudahkah anda berdiri sendiri dan mengutarakan bahwa bergantung kepada sesama manusia hanya akan menambah kerugian dalam hidup?

Bukalah mata,,
Berdiri dengan tegap
Jangan ragu untuk berjalan dalam kesendirian
Karena dibalik kesendirian dan ketidaktahuan,,, pasti ada banyak sudut pandang yang memperhatikan
Betapa hebatnya dirimu dalam kemandirian....

Hiduplah untuk selayaknya hidup
Tak usah sungkankan kepercayaan diri,, selagi masih pada tempatnya
Dan ingat,,,
Jangan pernah berpikiran bebas,, kalau belum berpengetahuan luas

Kita disiapkan untuk menjadi nahkoda seorang pemimpin
Bukan awak kapal dari seorang nahkoda

Minggu, 29 April 2018

Penyejuk Hati

ANTARA KEPUASAN DAN KESYUKURAN

Sering kita dengar bahwa sudah fitrah manusia menjadi makhluk yang tidak pernah merasa puas, dan selalu merasa kurang dalam hidupnya. Ketidakpuasan seringkali diidentikkan dengan sikap tamak, rakus dan serakah. Sehingga kita pun akhirnya beranggapan bahwa rasa  tidak puas sama dengan manusia yang tidak pernah bersyukur. Sepertinya tidak bisa dikatakan bahwa tidak puas sama dengan tidak bersyukur. Dan dua hal itu jelas berbeda. Syukur adalah suatu bentuk rasa terimakasih dan pengakuan kita atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, sedangkan puas adalah suatu perasaan senang, lega, gembira, kenyang, dan sebagainya karena sudah terpenuhi kemauan hatinya. Bersyukur kepada Allah SWT bukan berarti kita harus berpuas diri ataupun merasa cukup sampai di situ saja. Sekarang masalahnya adalah, seringkali rasa tidak puas yang harusnya dijaga untuk menjadi pemacu semangat justru tak terkendali hingga menjadi sifat-sifat yang merusak. Iri, dengki, tamak, rakus, serakah, semua sifat itu muncul karena kita tidak dapat mengendalikan diri akan perasaan tidak puas yang ada di hati kita. Bukannya mengambil energi positif dari perasaan tidak puas agar kita lebih giat dalam berikhtiar, kita justru dibutakan olehnya.
Lalu bagaimana caranya agar kita tidak dibutakan perasaan tidak puas?
Caranya adalah dengan selalu bersyukur  dan mengingat Allah SWT. Allah berfirman di dalam surat Az-Zumar ayat 66 :
بَلِ اللَّـهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشّٰكِرِينَ 
“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”
Adapun ketidakpuasan berubah menjadi dengki dan iri hati karena kita lupa bersyukur. Saat melihat atau mengetahui kelebihan orang lain, kita malah mengeluh dan menganggap Allah tidak adil, melupakan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Sebaliknya jika kita selalu mensyukuri segala nikmat-Nya, kita justru dapat menjadikan perasaan tidak puas sebagai pemacu bagi kita untuk berlomba-lomba meraih kebaikan. Tidak mau kalah dari orang lain dalam meraih cinta dan ridha Allah. Dalam hadist riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain. (Shahih Muslim No.1352)

Maka dari itu, jangan pernah merasa puas dengan keadaan kita sekarang, kita harus terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikanlah perasaan tidak puas itu sebagai alasan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam hidup kita, bukan malah dibutakan olehnya.

Cinta Tak Hanya Hari Ini

Tak Hanya Hari Ini

Apa yang terbesit dalam benak
Ketika sayup-sayup maupun sorak sorai
Mantap telinga mendengar kalimat “percaya”??

Akankah berat bak tangggungjawab?
Ataukah ringan bak kebahagiaan?
Karena ini adalah perihal janji
Perihal mantap diri
Bukan kesementaraan dalam hitungan hari

“Percaya”
Hakikat percaya adalah keyakinan
Akan adanya Tuhan
Maha memberi Maha menciptakan

Tuhan berikan apa yang hamba-Nya inginkan
Dan hamba-Nya patuhi apa yang Tuhannya perintahkan
Inilah bentuk kasih sayang Tuhan
Yang tak perlu dikhawatirkan

“Percaya”lah
Kasih sayang Tuhan tidak hanya hari ini
Seimbang searah
Dengan kepercayaan hamba-Nya
Untuk “tak hanya hari ini” saja.


-Aqidah Halimatus Sa’adah-

Selasa, 24 April 2018

Bismillahirrahmanirrahiim...

Terkadang manusia merasa bahwa dirinya tak mampu hidup tanpa membutuhkan orang lain disisinya.  Di sekolah, kita belajar, dengan dalih 'Al Insaanu Madaniyyun Bittob'i (manusia itu tidak mungkin bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan orang lain)'. Namun, akankah pernyataan ini benar???
Lalu bagaimana dengan mereka yang sering bahkan selalu menyatakan dengan penuh amarah bahwa "aku hanya ingin sendiri!!" ?? Apakah keinginan bahkan teriakan akan asa untuk tenang dalam kesendirian itu adalah hawa nafsu yang harus segera dibuang sejauh-jauhnya?? Dan lagi-lagi, apakah pernyataan ini benar??


Tak elak,, 
manusiapun ibarat suhu udara,, yang tak pernah jauh dari naik dan turunnya temperatur,,
semuanya sama,,
hanya yang membedakan adalah..
mungkin saja sebagian dari manusia memilih untuk sendiri ketika bahagia dan memilih untuk tertawa dalam indahnya bercengkrama dengan teman-teman di sisinya ketika kesedihan menerpanya,,
dan mungkin saja sebagian yang lain memilih untuk berbagi indahnya kebahagiaannya dengan teman-temannya dan memilih sendiri dalam diam dan kesendirian kala rasa sedih menyapu dirinya..

Lalu, apakah ini pilihan??
Saya rasa bukan...
Karena disetiap langkah manusia yang penuh dengan pilihan hidup..
Masih ada naluri yang jarang sekali mata bisa melihatnya, dan batin bisa merasakannya..
Otomatis kerjanya,, namun sangat dinamis,,. karenanya orang lain bisa melihat diri manusia itu sesungguhnya...
Termasuk dalam kesendirian dan kebersamaan,,, yang menjadi penentu adalah naluri manusia itu sendiri,, 

Semoga bermanfaat...