Terkadang manusia merasa bahwa dirinya tak mampu hidup tanpa membutuhkan orang lain disisinya. Di sekolah, kita belajar, dengan dalih 'Al Insaanu Madaniyyun Bittob'i (manusia itu tidak mungkin bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan orang lain)'. Namun, akankah pernyataan ini benar???
Lalu bagaimana dengan mereka yang sering bahkan selalu menyatakan dengan penuh amarah bahwa "aku hanya ingin sendiri!!" ?? Apakah keinginan bahkan teriakan akan asa untuk tenang dalam kesendirian itu adalah hawa nafsu yang harus segera dibuang sejauh-jauhnya?? Dan lagi-lagi, apakah pernyataan ini benar??
Lalu bagaimana dengan mereka yang sering bahkan selalu menyatakan dengan penuh amarah bahwa "aku hanya ingin sendiri!!" ?? Apakah keinginan bahkan teriakan akan asa untuk tenang dalam kesendirian itu adalah hawa nafsu yang harus segera dibuang sejauh-jauhnya?? Dan lagi-lagi, apakah pernyataan ini benar??
Tak elak,,
manusiapun ibarat suhu udara,, yang tak pernah jauh dari naik dan turunnya temperatur,,
semuanya sama,,
hanya yang membedakan adalah..
mungkin saja sebagian dari manusia memilih untuk sendiri ketika bahagia dan memilih untuk tertawa dalam indahnya bercengkrama dengan teman-teman di sisinya ketika kesedihan menerpanya,,
dan mungkin saja sebagian yang lain memilih untuk berbagi indahnya kebahagiaannya dengan teman-temannya dan memilih sendiri dalam diam dan kesendirian kala rasa sedih menyapu dirinya..
Lalu, apakah ini pilihan??
Saya rasa bukan...
Karena disetiap langkah manusia yang penuh dengan pilihan hidup..
Masih ada naluri yang jarang sekali mata bisa melihatnya, dan batin bisa merasakannya..
Otomatis kerjanya,, namun sangat dinamis,,. karenanya orang lain bisa melihat diri manusia itu sesungguhnya...
Termasuk dalam kesendirian dan kebersamaan,,, yang menjadi penentu adalah naluri manusia itu sendiri,,
Semoga bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar